Agus melangkah dengan lesu setelah menerima salinan rapornya yang baru saja ia terima dari bu Eti, guru wali kelasnya. Semua nilai mata pelajarannya menurun. Kepalanya tertunduk dalam ketika duduk kembali di mejanya. Konsentrasinya sudah benar-benar hilang. Bu Eti yang melanjutkan memanggil teman-temannya satu persatu untuk maju kedepan, sudah tidak terekam lagi di kepalanya. Pandangannya terpekur pada kedua ujung jempol kakinya yang tampak dari jendela sepatunya. Kedua ujung sepatunya ada lubang sehingga seperti jendela yang menganga. Kedua ujung jempol kakinya seperti kepala yang mengintip malu-malu. Ia malu dan benci sepatunya yang sudah aus dan tua itu. Ia menyesali kenapa ia hanya menjadi anak seorang penjual cilok. Untuk membeli sepatu saja tidak mampu. Ia merasa sedih dan benci kepada entah siapa. Setiap kali melihat teman-temannya yang selalu memakai sepatu bagus dan sering ganti-ganti. Ia ingin membuang jauh-jauh sepatu bututnya itu tapi kalau ia benar-benar membuang sepatunya itu, ia tidak punya sepatu lagi. Itu sepatu satu-satunya yang ia miliki. Ia kembali memandangi nilai-nilai yang berjajar rapi di salinan rapornya.
Membuatnya semakin sebel dan dongkol.
saat istirahat ia menyendiri, tidak ikut bermain dengan teman-temannya. Sudah beberapa hari ini ia sudah tidak bisa lagi menahan malu untuk bergabung dengan teman-temannya. Bahkan sering kali menghindari untuk berpapasan dengan teman-temannya. Ini semua gara-gara sepatunya yang sudah berjendela. Lagi-lagi ia ingin sekali membuang jauh-jauh sepatunya itu. Ia merasa, gara-gara sepatunya itu, teman-temanya menjauhi dirinya. Gara-gara sepatunya semua nilai pelajarannya menurun.
Bel pelajaran, tanda akhir pelajaran sudah menggema, semua murid menghambur keluar kelas masing-masing. Agus berjalan pulang sendiri. “Agus! Agus!” Suara Amir memanggil-manggilnya dari belakang tapi diabaikannya begitu saja. “Agus…tunggu!”, Amir berlari mengejar Agus.
Amir sudah berjalan beriringan dengan Agus. “Kita buat kelompok belajar yuk!”, kata Amir sambil terengah-engah. “Bulan depan kita akan menghadapi lomba cerdas cermatnya”, Amir menerangkan dengan semangat. Tapi Agus menanggapinya dengan lesu dan dongkol, “Aku tidak akan ikut lomba”, kata Agus dongkol lalu segera berlalu dari hadapan Amir. Ia berjalan sendiri menyusuri jalan sembari sesekali melirik kedua jempol kakinya yang muncul di depannya bergantian. Jempol-jempol itu seakan sudah tidak malu-malu lagi melongok dari jendela-jendelanya. Menelan kenyataan bahwa ia tidak ikut lomba cerdas cermat seperti menelan pil pahit yang berukuran sangat besar.
Sampai di rumah ia masuk kamar tanpa menyapa ibunya. Tanpa makan siang, ia terus mengurung diri di dalam kamar. Pikirannya melayang, seandainya ia jadi Faiz, pasti ia tidak akan mengalami seperti ini. Kedua orang tua Faiz adalah dokter semua. Seandainya ia jadi Doni, orangtuanya yang insinyur atau seandainya ia jadi Amir yang orang tuanya punya bengkel mobil yang besar. Ia akan bisa berganti-ganti sepatu setiap dua hari sekali dan ia akan punya sepatu olahraga sendiri.
“Nak, kamu sakit ya?”, tanya ibu lembut sambil menempelkan telapak tangannya ke kening Agus. Tapi dengan kesal Agus mengalihkan kepalanya dari tangan ibunya. “Ada apa?”, tanya ibu lembut. “makan dulu”, lanjut ibu.
“Tidak mau!”, jawab Agus kesal. Dengan sabar ibu mengelus kepala Agus. Ibu mengikuti pandangan Agus yang sedang tiduran tengkurap sambil menatap sepatunya. Ibu sudah tahu permasalahan yang dihadapi Agus. Beberapa hari lalu Agus sudah mengatakan pada ayah, bahwa sepatunya perlu diganti. Tapi ayahnya tidak punya cukup uang untuk membeli sepatu baru. Sekali lagi ibunya dengan lembut membelai kepala Agus.
Keesokan malamnya, saat Agus mengurung diri di kamarnya seperti biasa, Ayah memanggilnya. Ayah dan ibu sudah duduk di ruang depan, sekaligus ruang tamu.
”Ayah tadi bertemu bu Eti”, kata ayah. “Kamu tidak mau ikut lomba cerdas cermat ya?”, lanjut ayah.
“Agus malu yah dengan teman-teman”, jawab Agus tertunduk.
“Kenapa harus malu?”, tanya ayah lembut tapi berwibawa.
“Sepatu Agus sudah bolong-bolong”
“Nak, kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki. Coba lihat Adi. Ia tidak punya sepatu sama sekali. Ia sekolah tanpa memakai sepatu”, ayah menerangkan dengan lembut. Agus semakin tertunduk. Ia ingat bagaimana Adi selalu bertelanjang kaki ke sekolah. Kasihan dia, orangtuanya adalah pemulung.
“Janganlah sepatumu itu menghentikan kamu untuk belajar”, kata ayah semakin lembut. “Jangan sampai hanya karena sepatu, kamu menghentikan masa depanmu”, lanjut ayah lagi. Ruangan menjadi hening untuk sejenak, ”maafkan ayah, belum bisa membelikan sepatu untukmu”.
Tidak sepatah katapun yang diucapkan Agus. Ia justru merasa bersalah ketika ayahnya meminta maaf kepadanya. Seharusnya ia yang meminta maaf pada ayah dan ibunya karena selama ini tidak mau memahami situasi yang sebenarnya. Bahkan juga telah menyalahkan ayah dan ibunya. Kepalanya tertunduk semakin dalam.
“Nak, apa yang tidak bisa kamu kerjakan jangan sampai menghentikan apa yang bisa kamu kerjakan.”
Kata-kata ayah begitu cepat meresap ke dalam pikiran dan hati Agus. Sekarang ia menjadi tenang dan bahagia. Ia tidak lagi mempunyai rasa benci dan marah. Ia bersyukur masih punya sepatu. Ia bahagia dan bangga punya ayah dan ibunya. Ruangan itu sesaat menjadi hening lagi. Kepala Agus makin dalam tertunduk. Tak sadar air matanya menetes.
“Belajarlah terus nak”, kata ayah memecah keheningan. “Ayah dan ibu akan menabung untuk membeli sepatu baru saat kamu lomba nanti”.
“Iya yah”, kata Agus bersemangat. “Agus akan terus belajar dan ikut lomba. Agus tidak malu lagi dengan sepatuku. Aku malah bangga punya sepatu yang menyehatkan karena ada sirkulasi udaranya”. Semua tertawa mendengar seloroh Agus.
***
Sekarang Agus sudah tidak malu lagi dengan teman-temannya. Agus sudah menjadi seperti semula. Agus yang selalu riang, aktif, suka menolong teman-temannya dan cerdas. Ia sudah bisa bermain dengan teman-temannya lagi seperti tempo hari. Ia sudah nyaman dengan sepatu ventilasinya. Ternyata teman-temannya tidak berubah. Mereka tetap baik dengannya walaupun sepatunya tidak baru dan berlobang. Bersama-sama mereka belajar berkelompok untuk menghadapi lomba cerdas cermat. Even lomba ini memperebutkan trofi dari Gubernur. Mereka bertekad untuk memenangkan lomba itu.
Hari lombapun telah tiba. Ayah benar-benar memberi kejutan sepatu baru warna hitam. Agus bahagia sekali.
“Terima kasih ayah, ibu”. Ia menciumi dan memeluk erat-erat kedua orangtuanya. Dengan semangat yang berkobar-kobar, Agus, Amir dan Hana berangkat lomba dengan dilepas semua guru-guru dan teman-teman satu sekolah. Lomba ini disiarkan langsung oleh stasiun TV. Dengan cepat dan tangkas Agus dan teman-teman menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Hanya pada babak rebutan, satu pertanyaan yang tercecer tidak terjawab oleh mereka.
Akhirnya kerja keras Agus dan teman-temannya selama ini tidak sia-sia. Agus dan teman-teman berhasil memenangkan lomba. Mereka berhasil meraih nilai yang sangat tinggi. Dengan kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan, mereka menerima trofi langsung dari Gubernur. Mereka juga mendapat uang beasiswa, tas dan sepatu yang bagus-bagus yang tidak akan pernah terbeli oleh kedua orangtuanya. Setelah seremoni penyerahan trofi dan hadiah selesai, mereka diwawancarai banyak wartawan. Merekapun menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan tenang dan kebahagiaan yang tidak bisa disembunyikan.
Semua orang menyalami dan memberi selamat atas kemenangan mereka. Ternyata orang tua Amir dan Hana pun datang. Mereka memeluk dan menciumi Amir dan Hana dengan suka cita. Sejenak kebahagiaan Agus terhenti. Ia ingin sekali mendapat perhatian yang sama dari orangtuanya. Tapi dengan sigap ia ingat teringat kata-kata ayahnya. “Apa yang tidak bisa kamu kerjakan jangan sampai menghentikan apa yang bisa kamu kerjakan”. Ia tidak ingin menghentikan kebahagiaannya. Ia tidak ingin menghentikan perayaan kemenangannya. Dalam hati ia berharap ayah dan ibunya libur jualan dan menyaksikan dirinya lewat TV.
Terima kasih ayah, ibu.
Chicken soup for the soul
adbrite
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 Juni 2011
Can You Predict Your Future?
Beberapa tahun yang lalu, saya bertemu dengan seseorang pengusaha yang terbilang sukses di Surabaya.
Pada hari itu, saya diperkenalkan dengan seorang peramal terkenal yang dikatakan dapat meramal nasib seseorang dengan akurasi sangat tinggi. Sang peramal meminta saya untuk memperlihatkan salah satu telapak tangan saya. Setelah mengamati cukup lama, tiba-tiba raut muka peramal itu berubah menjadi kaget dan berkata kepada pengusaha itu,”Anak ini akan menjadi orang yang sangat berhasil ketika berusia 32 tahun nanti.” Pengusaha itu gembira dan menawarkan kepada saya posisi di perusahaannya, namun saya menolak karena memiliki tujuan berbeda. Sebagai seorang yang beragama, saya sama sekali tidak memercayai ramalan orang itu. Namun hari itu, hati saya berdebar-debar, muka saya memerah, dan kepala saya tiba-tiba terasa lebih besar daripada sebelumnya. Saya meraasa sangat senang dan bangga bahwa jalan hidup sayaternyata terbuka lebar utuk meraih kesuksesan. Saya berusia 26 tahun pada saat itu, dan saya mengatakan kepada diri saya bahwa enam tahun lagi saya akanmencapai kesuksesan. Pada saat itu saya benar-benar percaya bahwa kesuksesan seseorang itu ditentukan dan bukanlah pilihan. Sikap saya selama enam tahun kemudian sangatlah positif karena saya berusaha mewujudkan ramalan tersebut menjadi kenyataan. Namun, sekarang saya baru menyadari bahwa sebenarnya bukan ramalan peramal itu yang membuat saya dapat menggapai sukses melainkan belief (keyakinan) dan action (tindakan) untuk mencapainya.
Hal menarik yang selalu saya renungi adalah, apa yang akan terjadi jika sang peramal berkata bahwa saya akan menjadi seorang yang gagal ketika saya berusia 32 tahun? Atau, lebih buruk lagi, bahwa saya akan meninggal pada saat saya berusia 28 tahun? Saya yakin, dari informasi itu saya akan mengambil tindakan yang jauh berbeda dibandingkan tindakanyang telah saya ambil sampai saat ini. Di sisi lain, apa yang terjadi jika ia meramal bahwa saya akan berhasil lebih cepat lagi, seumpama pada usia 28 tahun? Akankah saya bekerja lebih keras lagi? Pasti. Kesimpulannya adalah, berhati-hatilah terhadap apa yang menjadi keyakinan Anda, karena apa pun yang Anda yakini akan menjadi kenyataan.
Keyakinan, sekali lagi dengan keyakinan yang begitu positif, Anda akan bisa melampaui batasan-batasan yang dibuat manusia. Batasan-batasan tersebut hakikatnya adalah tembok penghalang yang besar, tinggi, dan kokoh, yang menutup mata kita dari kekuatan potensi diri yang sangat hebat. Dan mungkin, sebagian besar manusia di muka bumi ini belum mengeluarkan semua yang terbaik dalam diri mereka untuk mencapai batasan optimum dalam hidupnya. Ingatlah, batasan itu hanyalah batasan yang ada di dalam pikiran kita
.
F L A T W L A C
If You Believe You Can, You Can!
“Jika Anda Yakin bahwa Anda Bisa, Anda Pasti Bisa!” Itulahsalah satu pernyataan terkenal yang diucapkan oleh seorang penulis buku laris. Dr. Denis Waitley. Pernahkah Anda mendengar atau membaca pernyataan tersebut? Saya sangat kagum kepada orang yang berkata,”Saya yakin berhasil.” Walaupun sering kali kesuksesan telah berada persisi di hadapan kita, kesuksesan itu dapat tiba-tiba berubah menjadi kegagalan oleh karena faktor-faktor yang tidak dapat kita kendalikan. Bagaimanakah lagi jika seseorang menyatakan,”Saya yakin gagal,” sebelum mencoba? Jika refleksi kata-kata seperti ini yang timbul maka hal akan sangat memengaruhi keyakinannya. Jangankan berjuang untuk mencapai hasil maksimal, mencoba pun mungkin dengan bermalasan-malasan. Orang seperti ini, mungkin bukan gagal 100% tetapi telah gagal 110%, karena sebelum mencoba saja sudah menyatakan tidak bisa.
Kebanyakan manusia yang tidak berani mencoba atau ragu-ragu untuk melakukan sesuatu bersumber dari kurangnya rasa percaya diri (self confidence) pada diri mereka. Alfred adler, seorang ahli psikoterapi dunia mengatakan bahwa pria dan wanita memiliki kecenderungan pribadi untuk merasa rendah diri dan kurang mampu. Oleh karena kurangnya rasa percaya diri, lack of self confidence, maka kita tidak akan berpikir bahwa kita mampu melakukan hal hebat yang pernah dilakukan oleh orang lain dan tragisnya dalam beberapa kasus, kita bahkan tidak berani mencoba. Coba pikirkan, apa yang akan terjadi pada diri Anda memiliki rasa percaya diri yang begitu hebat, yang selalu membuat otak Anda berpikir bahwa Anda bisa dan Anda selalu mampu melakukan segala sesuatu? Apa yang akan terjadi pada diri Anda jika Anda memiliki keyakinan yang begitu hebat yang menyebabkan Anda sama sekali tidak takut akan kegagalan? Sebagian besar orang sukses memulai usahanya dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah atau bahkan sama sekali tidak ada. Akan tetapi, kemudian mereka melakukan usaha yang begitu keras untuk meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka bisa, dan akhirnya mereka menjadi sangat berani dan terbuka terhadap dunia luar. Begitu pula dengan diri Anda, jika Anda melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh orang-orang yang penuh percaya diri, Anda juga akan merasakan hal yang sama dan hasil yang sama. Kuncinya adalah jujur pada diri sendiri, jujur terhadap segala potensi besar yang terkandung di dalam diri Anda, dan menjalani hidup secara konsisten dengan nilai tertinggi dan potensi terbesar Anda tersebut. Inilah kunci yang akan mengarahkan Anda pada keyakinan yang positif, yang bernilai dan berpengaruh besar bagi hidup Anda.
Keyakinan Anda sangat mempengaruhi realitas hidup Anda. Anda akan berperilaku sesuai dengan apa yang paling Anda yakini, bahkan hal ini dapat terlihat dari tingkah laku dan gaya bicara Anda. Keyakinan Anda akan sangat berkolerasi dengan segala aktivitas hidup Anda ingat bahwa, 80% keberhasilan setiap manusia ditentukan oleh apa yang dipikirkannya dan sikapnya sehari-hari. Keyakinan merupakan salah satu faktor kunci untuk menggapai sukses. Hanya dengan keyakinan yang begitu positif, Anda akan mampu melakukan suatu hal yang menurut orang lain tidak mungkin menjadi mungkin.
F L A T W L A C
Pengalaman Masa Lalu Anda
Sewaktu kecil, saya mempunyai pengalaman yang sangat mengerikan. Pada usia enam tahun, saya mengangu anjing saya sedang makan, akibatnya anjing itu mengigit dan mengakibatkan delapan jahitan di kaki saya. Sejak saat itu setiap bertemu anjing, saya langsung menggangap mereka ganas dan jahat. Bahkan jika bertemu di jalan, saya berusaha menghindari dan mencari jalan lain.
Keyakinan, tidak lain adalah hal-hal yang pernah terjadi pada masa lalu yang menjadi pengalaman, baik maupun buruk, dan diyakini masih berlaku sampai saat ini. Inilah salah satu contoh keyakinan, ia akan tertanam di dalam pikiran Anda dan bisa mengubah diri Anda dengan kekuatan. Pernahkan Anda bertanya, mengapa keyboard di mesin tik dan komputer disusun sedemikian rupa sehingga tidak berurutan? Sebagian besar orang menjawab,”Hal itu dilakukan untuk menambah kecepatan mengetik.” Model itu dikenal dengan model QWERTY (perhatikan susunan huruf paling atas keyboard Anda).
Model ini dianggap sebagai model paling efisien dan telah dipakai selama lebih dari 120 tahun, tidak ada yang mempermasalahkannya hingga hari ini. Padahal, model ini merupakan model yang ternyata dinilai paling tidak efisien. Banyak model pengetikan lain terbukti dapat meningkatkan kecepatan mengetik secara signifikan, Dvorak Simplified Keyboard misalnya.
Sesungguhnya, model QWERTY ini sengaja disusun untuk memperlambat kecepatan mengetik pada zamanketika mesin ketik itu berupa mesin yang sangat besar dan bergerak sangat lambat. Jika terlalu cepat dikhawatirkan akan menyebabkan mesin besar dan lambat tersebut macet. Pertanyaanya, mengapa model mengetik yang terbukti tidak efisien ini bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama? Pada tahun 1882, semua orang mengetik dengan menggunakan metode “cari dan ketik” empat jari. Pada saat itu, ada seorang wanita yang mengajukan model QWERTY sebagai model yang dikatakannya merupakan model pengetikan tercepat dengan menggunakan delapan jar. Setelah itu, ia menyewa seorang tukang ketik profesional yang dimintanya menghafal model ini, dan kemudian menantang beberapa gurumengetik lainnya. Hasilnya, wanita ini memenangkan semua lomba kecepatan mengetik dengan model QWERTY-nya. Sejak saat itulah, model ini meluas dan menjadi model standar yang dipakai di seluruh dunia. Tanpa ada yang mempermasalahkannya sama sekali.
Inilah salah satu contoh mudah yang kita hadapi sehari-hari. Periksalah keyakinan-keyakinan Anda selama ini dan putuskanlah apa keyakinan itu memberdayakan Anda atau justru sebaliknya, mengerdilkan Anda. Oleh karena ternyata, begitu banyak angapan-angapan dalam hidup kita justrumengerdilkan potensi diri kita. Jangan-jangan, anggapan-anggapan tentang “siapa diri kita”, “apa yang sanggup kita lakukan”, “kemampuan apa saja yang kita miliki”, dan lain sebagainya adalah angapan-angapan yang sangat tidak memberdayakan hidup kita. Memiliki anggapan-anggapan negatif dan keliru ini dalam hidup kita bagaikan memakan racun arsenik demi sedikit. Kita memang tidak langsung mati karena dosis yang sedikit ini memang tidak membuat kita langsung mati. Akan tetapi, dosis yang sedikit ini lambat laun akan besar dan akhirnya akan menjadi dosis yang mematikan. Lambat laun kita akan mati secara emosional dan menjadi tidak berdaya. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita menghindari mengonsumsi anggapan-anggapan keliru dalam hidup karena apa pun anggapan yang masuk ke dalam otak kita, akan secara otomatis diproses dan disahkan oeh otak kita menjadi suatu keyakinan.
F L A T W L A C
Invisible Power
Pernahkah Anda memikirkan rahasia sesungguhnya dari sebuah kesuksesan? Mengapa di dunia ini ada orang sukses, tetapi lebih banyak lagi orang gagal? Sepanjang seratah dunia, sejak ribuan tahun lalu, formula-formula untuk menggapai kesuksesan telah banyak dibicarakan orang, tetapi kenyataanya dunia ini lebih banyak dipenuhi oleh orang-orang gagal daripada orang sukses. Earl Nightingale, salah seorang maha guru motivasi, telah merumuskan kunci kesuksesan hanya dengan enam kata singkat. Perlu diingat, keenam kata ini bukan hanya merupakan kunci kesuksesan, tetapi juga bisa menjadi kunci kegagalan seseorang. Apakah keenam kata itu? Keenam kata tersebut adalah,”We Become What We Think About”(Kita akan menjadi apa yang kita pikirkan). Apakah benar demikian? Mari kita simak cerita berikut ini.
Dua orang pramuniaga bekerja di dua toko berbeda yang menjual produk sejenis. Pramuniaga pertama mempunyai sikap yang positif, setiap pelanggan mampir ke tokonya, ia selalu berpikir dan yakin bahwa si pelanggan itu pasti akan membeli. Ekspetasi positif akan terjadinya tranksasi menyebabkan pramuniaga ini melayani dengan antusias dan sikap ini menular ke pelanggan yang masuk ke tokonya. Pada akhirnya, sebagian besar pelanggan itu pun membeli. Berbeda halnya dengan pramuniaga kedua. Pramuniaga ini selalu berpikir bahwa pelanggan yang masuk ke tokonya sebagian besar hanya ingin melihat dan tidak akan membeli. Oleh karena pramuniaga ini selalu berpikir demikian, maka muncullah ekspektasi negatif dalam dirinya. Hal ini mengakibatkan ia melayani dengan tidak antusias dan acuh tak acuh terhadap setiap pelanggan yang datang. Sekali lagi, hal ini menular ke pelanggannya sehingga para pelanggan pun sangat sedikit yang mau membeli.
Inilah kekuatan dari sebuah belief (Keyakinan). Keyakinan akan memengaruhi sikap hidup seseorang terhadap setiap hal yang dialaminya. Sikap Anda sangat bergantung dengan keyakinan yang Anda miliki. Jika Anda menggangap bahwa semua orang yang Anda kenal selalu ingin mengambil keuntungan dari Anda, Anda akan merefleksikannya dalam sikap Anda terhadap semua orang. Demikian juga sebaliknya, jika Anda menggangap bahwa semua orang pada dasarnya baik dan ingin membantu Anda untuk maju, Anda akan melihat “dunia” yang berbeda. Keyakinan bisa mengubah hidup Anda menjadi lebih baik, atau bahkan sebaliknya, menjadi lebih buruk.
Mary Kay Ash mengatakan,”YOu’ve got to fake till you make it”(Anda harus berkeyakinan bahwa hal yang belum terjadi sampai hal itu benar-benar terjadi). Keyakinan dapat membawa Anda menuju kesuksesan, tetapi sebaliknya ia juga dapat membawaa Anda menuju jurang kegagalan. Tidak ada keyakinanyang benar ataupun keyakinan yang salah, yang ada hanyalah keyakinan yang memberdayakan atau keyakinan yang tidak tidak memberdayakan. Keyakinan yang memberdayakan akan membawa Anda ke tangga-tangga kesuksesan. Pintu-pintu keberhasilan akan terbuka satu demi satu jika Anda yakin dengan diri Anda. Jika Anda berpikir bahwa Anda bisa, Anda pasti bisa. Sebaliknya jika Anda sudah mulai berpikir bahwa Anda tidak bisa, pikiran Anda akan mulai mencari berbagai alasan untuk menukung argumentasi bahwa Anda tidak bisa. Setiap keyakinan akan memberikan pilihan tindakan yang Anda ambil. Keyakinan positif akan membawa Anda lebih dekat dengan apa yang Anda inginkan, sedangkan keyakinan negatif akan membawa Anda lebih dekat dengan apa yang Anda tidak inginkan. Contohnya: jika Andaingin menyelesaikan studi tepat pada waktu dan Anda memiliki keyakinan positif bahwa Anda dapat menyelesaikannya tepat waktu, Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan. Namun, jika Anda merasa takut bahwa Anda tidak mampu menyelesaikannya tepat waktu dan hal ini telah merasuk ke dalam keyakinan ANda, pikiran Anda akan selalu memikirkan ketakutan itu dan sedihnya keyakinan itu sering kali menjadi kenyataan.
Empat Kali Tujuh
“Empat kali tujuh adalah dua puluh delapan,” Kata seorang pria.
“Empat kali tujuh adalah dua puluh tujuh,” kata seorang yang lain.
Dua orang itu bertengkar sampai menjadi jengkel lalu berkelahi, dan dibawa menemui hakim setempat yang memerintahkan agar orang pertama dipenjara.
Orang itu berteriak memperotes.
“Kamu sangat bodoh” kata hakim itu dengan tenangnya, “sampai bertengkar dengan seseorang yang dengan tololnya mengatakan bahwa empat kali tujuh adalah dua puluh tujuh. Bukankah kamu yang seharusnya dihukum?”
Orang itu akhirnya mengangguk setuju dan mengakui bahwa hakim benar.
Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik
“Empat kali tujuh adalah dua puluh tujuh,” kata seorang yang lain.
Dua orang itu bertengkar sampai menjadi jengkel lalu berkelahi, dan dibawa menemui hakim setempat yang memerintahkan agar orang pertama dipenjara.
Orang itu berteriak memperotes.
“Kamu sangat bodoh” kata hakim itu dengan tenangnya, “sampai bertengkar dengan seseorang yang dengan tololnya mengatakan bahwa empat kali tujuh adalah dua puluh tujuh. Bukankah kamu yang seharusnya dihukum?”
Orang itu akhirnya mengangguk setuju dan mengakui bahwa hakim benar.
Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik
Sabtu, 18 Juni 2011
Pulang Dan Cintailah Dia
A : Aku tidak menyukai istriku lagi!
B : Pulang dan cintailah dia.
A : Anda tidak mengerti aku. Aku sudah tidak punya perasaan itu lagi.
B : Pulang dan cintailah dia.
A : Tetapi secara emosi aku berarti tidak jujur kalau aku memperlakukan istriku seperti itu, padahal aku tidak merasakannya.
B : Apakah menurutmu Ibumu mencintaimu?
A : Tentu saja (dengan mantap)
B : Kira-kira 1 minggu setelah ibumu pulang dari RS dan membawamu pulang, dan kamu menangis menjerit-jerit di tengah malam karena popokmu basah dan dia terpaksa bangun walau tubuhnya masih sangat letih, berjalan di lantai yang dingin tanpa alas kaki untuk mengganti popokmu dan menyusuimu. Apakah menurutmu dia sungguh-sungguh menikmati itu semua?
A : Tidak (menunduk)
B : Kalau begitu. Apakah Ibumu secara emosi juga tidak jujur?
Ukuran besarnya cinta bukan karena dia menikmati mengganti popok di tengah malam, melainkan karena ibumu RELA melakukan itu semua meski dia tidak begitu menyukainya.
Pernikahan tidak hanya didasari perasaan Cinta. Lebih dari itu yaitu KOMITMEN.
Saat pertama seseorang menikahi istrinya pasti karena cinta, tetapi cinta yang menggebu-gebu akan padam seiring dengan berjalannya waktu.
Hanya Komitmen yang membuat Cinta manggebu-gebu menjadi Cinta yang matang dan dewasa.
Lalu, apa yg disebut dengan Cinta Sejati? Cinta yg sifatnya turun ke bawah, yaitu cinta yang tidak memikirkan untung rugi, cinta yang rela berkorban demi seseorang yang dikasihinya. Inilah cinta yang hrs diusahakan dalam setiap Pernikahan.
Ada orang berkata “aku cinta kamu”… yang malah berarti : “aku ingin memilikimu dan biarlah kamu kumiliki” adalah cinta yang egois karena hanya bergantung pada Perasaan seseorang. Sebab perasaan akan dimakan oleh waktu dan bisa saja perasaan ini muncul pada diri orang lain/pasangan orang lain.
Suasana hati mudah berubah, kondisi fisik semakin tua dan tidak menarik, komitmenlah yang menyelamatkan pernikahan.
Berani melakukan sebuah “tindakan” baik dalam keadaan suka maupun tidak untuk mengasihi pasangan dan mempertahankan Pernikahan yang telah Tuhan anugrahkan.
B : Pulang dan cintailah dia.
A : Anda tidak mengerti aku. Aku sudah tidak punya perasaan itu lagi.
B : Pulang dan cintailah dia.
A : Tetapi secara emosi aku berarti tidak jujur kalau aku memperlakukan istriku seperti itu, padahal aku tidak merasakannya.
B : Apakah menurutmu Ibumu mencintaimu?
A : Tentu saja (dengan mantap)
B : Kira-kira 1 minggu setelah ibumu pulang dari RS dan membawamu pulang, dan kamu menangis menjerit-jerit di tengah malam karena popokmu basah dan dia terpaksa bangun walau tubuhnya masih sangat letih, berjalan di lantai yang dingin tanpa alas kaki untuk mengganti popokmu dan menyusuimu. Apakah menurutmu dia sungguh-sungguh menikmati itu semua?
A : Tidak (menunduk)
B : Kalau begitu. Apakah Ibumu secara emosi juga tidak jujur?
Ukuran besarnya cinta bukan karena dia menikmati mengganti popok di tengah malam, melainkan karena ibumu RELA melakukan itu semua meski dia tidak begitu menyukainya.
Pernikahan tidak hanya didasari perasaan Cinta. Lebih dari itu yaitu KOMITMEN.
Saat pertama seseorang menikahi istrinya pasti karena cinta, tetapi cinta yang menggebu-gebu akan padam seiring dengan berjalannya waktu.
Hanya Komitmen yang membuat Cinta manggebu-gebu menjadi Cinta yang matang dan dewasa.
Lalu, apa yg disebut dengan Cinta Sejati? Cinta yg sifatnya turun ke bawah, yaitu cinta yang tidak memikirkan untung rugi, cinta yang rela berkorban demi seseorang yang dikasihinya. Inilah cinta yang hrs diusahakan dalam setiap Pernikahan.
Ada orang berkata “aku cinta kamu”… yang malah berarti : “aku ingin memilikimu dan biarlah kamu kumiliki” adalah cinta yang egois karena hanya bergantung pada Perasaan seseorang. Sebab perasaan akan dimakan oleh waktu dan bisa saja perasaan ini muncul pada diri orang lain/pasangan orang lain.
Suasana hati mudah berubah, kondisi fisik semakin tua dan tidak menarik, komitmenlah yang menyelamatkan pernikahan.
Berani melakukan sebuah “tindakan” baik dalam keadaan suka maupun tidak untuk mengasihi pasangan dan mempertahankan Pernikahan yang telah Tuhan anugrahkan.
Orang Yang Mencintai Kamu
Seseorang yang mencintai kamu….
Tidak bisa memberi alasan, mengapa ia mencintaimu…
Dia hanya tahu, di mata dia, kamulah satu – satu nya…
Tidak bisa memberi alasan, mengapa ia mencintaimu…
Dia hanya tahu, di mata dia, kamulah satu – satu nya…
Seseorang yang mencintai kamu….
Sebenarnya selalu membuatmu marah, gila, jengkel, stress…
Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan,
karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu…
Sebenarnya selalu membuatmu marah, gila, jengkel, stress…
Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan,
karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu…
Seseorang yang mencintai kamu….
Jarang memujimu…
Tetapi di dalam hatinya, kamu adalah yang terbaik…
Hanya itu yang ia tahu…
Jarang memujimu…
Tetapi di dalam hatinya, kamu adalah yang terbaik…
Hanya itu yang ia tahu…
Seseorang yang mencintai kamu….
Akan marah atau mengeluh, jika kamu tidak membalas pesannya atau teleponnya…
Karena ia peduli, dan tidak ingin sesuatu terjadi padamu…
Akan marah atau mengeluh, jika kamu tidak membalas pesannya atau teleponnya…
Karena ia peduli, dan tidak ingin sesuatu terjadi padamu…
Seseorang yang mencintai kamu….
Hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu…
Dan, ketika kamu mencoba menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya…
Di mana hatinya selalu berdegup, berdenyut, bergetar untukmu…
Hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu…
Dan, ketika kamu mencoba menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya…
Di mana hatinya selalu berdegup, berdenyut, bergetar untukmu…
Seseorang yang mencintai kamu….
Akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan…
Yang sengaja terucap, atau bahkan yang tidak sengaja…
Dan ia akan selalu menggunakan kata – kata itu, tepat pada waktunya…
Akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan…
Yang sengaja terucap, atau bahkan yang tidak sengaja…
Dan ia akan selalu menggunakan kata – kata itu, tepat pada waktunya…
Seseorang yang mencintai kamu….
Tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah…
Karena ia tidak mau mengingkari janjinya…
Ia ingin kamu untuk mempercayainya,
dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman untuk selamanya…
Tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah…
Karena ia tidak mau mengingkari janjinya…
Ia ingin kamu untuk mempercayainya,
dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman untuk selamanya…
Seseorang yang mencintai kamu….
Mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa,
seperti perayaan hari ulang tahunmu, atau yang lainnya…
Tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui adalah saat di mana……….
Mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa,
seperti perayaan hari ulang tahunmu, atau yang lainnya…
Tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui adalah saat di mana……….
Ia mencintai kamu, dan tidak peduli hari apakah ini…
Pernahkan kita mencintai seperti ini…?
kekuatan Tindakanmu
Suatu hari, ketika aku baru memasuki sekolah baruku, aku melihat seorang anak dari kelasku sedang berjalan, hendak pulang ke rumah. Namanya Kyle. Sepertinya dia membawa semua bukunya yang ada di dalam loker. Aku berpikir dalam benakku, ”Kenapa ada seseorang yang membawa semua bukunya di hari Jumat? Dia pastilah kutu buku.” Aku sendiri mempunyai akhir pekan penuh rencana (pesta-pesta dan game football bersama teman di siang keesokan harinya), jadi aku tidak menghiraukannya dan terus berjalan.
Saat aku berjalan, aku melihat sekelompok pemuda berlari ke arah dia. Mereka menabrak dia, menjatuhkan semua bukunya dari tangan dan sengaja menjegal kakinya supaya ia jatuh mendarat di tanah kotor. Kacamatanya terlempar, dan aku melihatnya jatuh di rumput, sekitar 10 kaki darinya. Dia mendongak dan aku melihat kesedihan dalam matanya.
Hatiku miris melihat dia. Aku pun berlari ke arahnya, dan ketika ia merangkak ke sekelilingnya mencari kacamatanya, aku melihat air mata di matanya. Aku ulurkan kacamata padanya dan berkata, ”Those guys are jerks. Mereka seharusnya mempunyai kerjaan yang lebih bagus dari ini.”
Dia melihatku dan berkata, ”Hey, thanks!” Sebuah senyuman besar muncul di wajahnya. Itu adalah salah satu senyuman yang benar-benar menunjukkan rasa terima kasih yang mendalam. Aku lalu membantunya mengambil semua buku dan menanyakan di mana dia tinggal. Ternyata, ia tinggal dekat rumahku. Aku bertanya kenapa aku tidak pernah melihat dia sebelumnya. Dia bilang, sebelumnya ia sekolah di sekolah swasta sebelum datang ke sekolah ini.
Aku tidak pernah bergaul dengan murid sekolah swasta sebelumnya. Kami berbicara sepanjang jalan, dan aku membawa semua bukunya. Tak kusangka, ia anak yang lumayan mengagumkan. Aku memintanya untuk bermain football di hari Sabtu denganku dan semua teman-temanku. Dia jawab iya. Kami pergi bermain sepanjang akhir pekan itu dan lebih dekat aku mengenal Kyle, aku menjadi lebih menyukainya. Semua temanku juga berpikir demikian.
Senin pagi tiba, dan Kyle datang membawa setumpuk buku lagi di tangannya. Aku menghentikan langkahnya dan berkata, ”Damn boy, kau akan membuat otot serius dengan semua bukumu setiap hari!” Dia hanya tertawa dan memberikan setengahnya padaku. Lebih dari empat tahun, Kyle dan aku menjadi teman baik.
Ketika kami berada di tingkat akhir sekolah, kami mulai berpikir tentang kuliah di universitas. Kyle memutuskan kuliah di Georgetown, dan aku di Duke. Aku tahu kita akan selalu berteman, bahkan beribu-ribu mil pun tidak akan menjadi masalah. Dia akan menjadi seorang dokter, dan aku mencari beasiswa football.
Kyle waktu itu adalah murid terbaik yang akan membacakan pidato perpisahannya di depan sekolah. Aku menggodanya sepanjang hari karena sifat kutu-bukunya. Dia pun harus menyiapkan pidato untuk hari kelulusan kami. Aku sangat senang bukan aku yang harus berdiri di depan podium dan bicara.
Hari kelulusan tiba, aku melihat Kyle dan dia tampak hebat. Dia adalah salah satu orang yang benar-benar menemukan ’dirinya’ di masa sekolah. Dia bijaksana dan sebenarnya tampak tampan dengan kacamatanya. Dia punya lebih banyak kencan daripadaku dan semua gadis menyukainya.
Boy, kadang-kadang aku iri. Hari ini adalah hari yang sama seperti biasanya, di mana aku melihat Kyle gugup dengan pidatonya. Aku memukul punggungnya dan berkata, ”Hey, big guy, you’ll be great!”
Dia melihatku dengan tatapan khasnya (tatapan penuh rasa terima kasih) dan tersenyum. ”Thanks,” katanya.
Ketika ia memulai pidatonya, ia berdeham, membersihkan tenggorokannya, dan ia mulai berbicara.
”Hari kelulusan adalah waktu untuk berterima kasih pada semua orang yang membantumu melalui semua tahun-tahun yang sulit. Pada orangtuamu, gurumu, saudaramu, dan mungkin pelatih….tapi sebagian besar pada temanmu. Aku di sini untuk mengatakan kalian semua bahwa teman bagi seseorang, adalah hadiah terbaik yang bisa kau berikan padanya. Dan aku akan menceritakan sebuah cerita pada kalian.”
Aku menatap pada temanku itu dalam rasa tidak percaya akan kisah yang dia ceritakan pada hari pertama kami bertemu. Saat itu ia berencana untuk membunuh dirinya sendiri di akhir pekan. Dia bercerita bagaimana ia membersihkan semua isi lokernya agar ibunya tidak perlu repot untuk melakukannya setelah ia mati. Ia menatap tajam padaku dan memberikan satu senyuman kecil. ”Thankfully, I was saved. My friend saved me from doing the unspeakable.”
Aku mendengar beberapa orang menarik nafas di antara keramaian saat si tampan, lelaki populer itu menceritakan kami akan semua momen terlemahnya. Aku menyaksikan ayah dan ibunya menatapku dan tersenyum dengan rasa terima kasih yang dalam, persis sama dengan senyuman Kyle. Tidak sampai pada momen tersebut, aku baru menyadari arti senyuman mereka.
Jangan pernah meremehkan kekuatan tindakanmu. Hanya dengan satu perbuatan kecil tak berarti, kau bisa mengubah kehidupan seseorang.
Saat aku berjalan, aku melihat sekelompok pemuda berlari ke arah dia. Mereka menabrak dia, menjatuhkan semua bukunya dari tangan dan sengaja menjegal kakinya supaya ia jatuh mendarat di tanah kotor. Kacamatanya terlempar, dan aku melihatnya jatuh di rumput, sekitar 10 kaki darinya. Dia mendongak dan aku melihat kesedihan dalam matanya.
Hatiku miris melihat dia. Aku pun berlari ke arahnya, dan ketika ia merangkak ke sekelilingnya mencari kacamatanya, aku melihat air mata di matanya. Aku ulurkan kacamata padanya dan berkata, ”Those guys are jerks. Mereka seharusnya mempunyai kerjaan yang lebih bagus dari ini.”
Dia melihatku dan berkata, ”Hey, thanks!” Sebuah senyuman besar muncul di wajahnya. Itu adalah salah satu senyuman yang benar-benar menunjukkan rasa terima kasih yang mendalam. Aku lalu membantunya mengambil semua buku dan menanyakan di mana dia tinggal. Ternyata, ia tinggal dekat rumahku. Aku bertanya kenapa aku tidak pernah melihat dia sebelumnya. Dia bilang, sebelumnya ia sekolah di sekolah swasta sebelum datang ke sekolah ini.
Aku tidak pernah bergaul dengan murid sekolah swasta sebelumnya. Kami berbicara sepanjang jalan, dan aku membawa semua bukunya. Tak kusangka, ia anak yang lumayan mengagumkan. Aku memintanya untuk bermain football di hari Sabtu denganku dan semua teman-temanku. Dia jawab iya. Kami pergi bermain sepanjang akhir pekan itu dan lebih dekat aku mengenal Kyle, aku menjadi lebih menyukainya. Semua temanku juga berpikir demikian.
Senin pagi tiba, dan Kyle datang membawa setumpuk buku lagi di tangannya. Aku menghentikan langkahnya dan berkata, ”Damn boy, kau akan membuat otot serius dengan semua bukumu setiap hari!” Dia hanya tertawa dan memberikan setengahnya padaku. Lebih dari empat tahun, Kyle dan aku menjadi teman baik.
Ketika kami berada di tingkat akhir sekolah, kami mulai berpikir tentang kuliah di universitas. Kyle memutuskan kuliah di Georgetown, dan aku di Duke. Aku tahu kita akan selalu berteman, bahkan beribu-ribu mil pun tidak akan menjadi masalah. Dia akan menjadi seorang dokter, dan aku mencari beasiswa football.
Kyle waktu itu adalah murid terbaik yang akan membacakan pidato perpisahannya di depan sekolah. Aku menggodanya sepanjang hari karena sifat kutu-bukunya. Dia pun harus menyiapkan pidato untuk hari kelulusan kami. Aku sangat senang bukan aku yang harus berdiri di depan podium dan bicara.
Hari kelulusan tiba, aku melihat Kyle dan dia tampak hebat. Dia adalah salah satu orang yang benar-benar menemukan ’dirinya’ di masa sekolah. Dia bijaksana dan sebenarnya tampak tampan dengan kacamatanya. Dia punya lebih banyak kencan daripadaku dan semua gadis menyukainya.
Boy, kadang-kadang aku iri. Hari ini adalah hari yang sama seperti biasanya, di mana aku melihat Kyle gugup dengan pidatonya. Aku memukul punggungnya dan berkata, ”Hey, big guy, you’ll be great!”
Dia melihatku dengan tatapan khasnya (tatapan penuh rasa terima kasih) dan tersenyum. ”Thanks,” katanya.
Ketika ia memulai pidatonya, ia berdeham, membersihkan tenggorokannya, dan ia mulai berbicara.
”Hari kelulusan adalah waktu untuk berterima kasih pada semua orang yang membantumu melalui semua tahun-tahun yang sulit. Pada orangtuamu, gurumu, saudaramu, dan mungkin pelatih….tapi sebagian besar pada temanmu. Aku di sini untuk mengatakan kalian semua bahwa teman bagi seseorang, adalah hadiah terbaik yang bisa kau berikan padanya. Dan aku akan menceritakan sebuah cerita pada kalian.”
Aku menatap pada temanku itu dalam rasa tidak percaya akan kisah yang dia ceritakan pada hari pertama kami bertemu. Saat itu ia berencana untuk membunuh dirinya sendiri di akhir pekan. Dia bercerita bagaimana ia membersihkan semua isi lokernya agar ibunya tidak perlu repot untuk melakukannya setelah ia mati. Ia menatap tajam padaku dan memberikan satu senyuman kecil. ”Thankfully, I was saved. My friend saved me from doing the unspeakable.”
Aku mendengar beberapa orang menarik nafas di antara keramaian saat si tampan, lelaki populer itu menceritakan kami akan semua momen terlemahnya. Aku menyaksikan ayah dan ibunya menatapku dan tersenyum dengan rasa terima kasih yang dalam, persis sama dengan senyuman Kyle. Tidak sampai pada momen tersebut, aku baru menyadari arti senyuman mereka.
Jangan pernah meremehkan kekuatan tindakanmu. Hanya dengan satu perbuatan kecil tak berarti, kau bisa mengubah kehidupan seseorang.
”Friends are angels who lift us to our feet when our wings have trouble remembering how to fly.”
Selasa, 31 Mei 2011
Kekuatan Sebuah Kemauan
Dari setiap manusia muncul seleret cahaya yang melesat sampai ke surga, dan bila dua hati yang ditakdirkan untuk bersatu saling menemukan, dua leret cahaya akan bersatu dan akan muncul satu berkas cahaya yang lebih terang dari dua mahluk yang telah menyatu itu.
Seorang pendeta baru saja selesai memberikan ceramah tentang perkawinan di sebuah pusat kegiatan masyarakat ketika dia didekati oleh tiga pasangan.Terkesan oleh ceramahnya,ketiga pasangan itu bertanya apakah mereka diperbolehkan menjadi umat di gerejanya.
“Kalian sudah menikah?”pendeta itu bertanya kepada mereka.Masing-masing pasangan menjawab bahwa mereka sudah menikah,dan sekali lagi bertanya apakah boleh menjadi umat di gerejanya?.”Aku terkesan oleh ketulusan kalian,”pendeta itu berkata.”Tetapi aku ingin tahu apakah kalian bersungguh-sungguh dengan komitmen kalian untuk hidup disiplin secara spiritual.Untuk membuktikannya kalian harus lulus tes.”
“Kami bersedia melakukan apapun,”ketiga pasangan itu menjawab dengan penuh semangat. “Baiklah,”kata pendeta itu.Lalu menjelaskan,”Inilah tesnya: kalian tidak boleh melakukan hubungan intim dengan pasangan kalian selama tiga minggu.”Ketiga pasangan itu setuju,lalu pergi setelah berjanji akan datang pada minggu ketiga.
Tiga minggu kemudian,ketiga pasangan itu menemui pendeta di ruang kerjanya di gereja.”Aku senang bertemu dengan kalian,”pendeta itu memulai.Sambil berpaling kepada pasangan pertama,dia bertanya,”Nah,bagaimana pengalaman kalian?” Kami telah menikah selama hampir tiga puluh tahun,”si suami menjawab.”Bagi kami itu bukan masalah.” Hebat!” seru pendeta itu.”Selamat bergabung dengan gerejaku.’
Kemudian dia mengalihkan perhatian kepada pasangan yang kedua dan bertanya bagaimana mereka menjalani tes itu. “Hmm,harus saya akui ,itu tidak mudah,”si istri menjelaskan. “kami baru lima tahun menikah,kami sering tergoda,tapi kami tidak menyerah.Dengan senang dan lega saya bisa mengatakan bahwa kami berhasil melewati ujian itu selama tiga minggu penuh.” Bagus!” pendeta itu menanggapi dengan tersenyum. “Selamat bergabung dengan gerejaku.”
Pendeta itu kemudian berpaling pada pasangan yang ketiga yang belum lama menikah. “Dan kalian?” tanyanya dengan lembut. “Bagaimana kalian menjalani tes itu?” “Wah,pak pendeta,saya tidak bisa berbohong kepada Anda,”si suami memulai. “Kami berhasil menahan diri sampai tadi pagi setelah makan pagi ketika istri saya membungkuk untuk mengambil sekotak sereal yang tak sengaja dia jatuhkan ke lantai.Kami sama-sama membungkuk untuk mengambilnya,dan tangan kami bersentuhan.Tiba-tiba kami diliputi gairah yang luar biasa hingga kami menyerah pada dorongan nafsu kami,disana,saat itu juga.”
“Aku menghargai kejujuran kalian,”kata pendeta pada pasangan itu.”Tetapi kalian gagal menjalani tes.Maaf,aku tak bisa menerima kalian menjadi umat gerejaku.”
“Tak apa-apa,pak pendeta,”si suami menjawab.”Kami juga tak diizinkan masuk ke supermarket itu lagi.”
Seorang pendeta baru saja selesai memberikan ceramah tentang perkawinan di sebuah pusat kegiatan masyarakat ketika dia didekati oleh tiga pasangan.Terkesan oleh ceramahnya,ketiga pasangan itu bertanya apakah mereka diperbolehkan menjadi umat di gerejanya.
“Kalian sudah menikah?”pendeta itu bertanya kepada mereka.Masing-masing pasangan menjawab bahwa mereka sudah menikah,dan sekali lagi bertanya apakah boleh menjadi umat di gerejanya?.”Aku terkesan oleh ketulusan kalian,”pendeta itu berkata.”Tetapi aku ingin tahu apakah kalian bersungguh-sungguh dengan komitmen kalian untuk hidup disiplin secara spiritual.Untuk membuktikannya kalian harus lulus tes.”
“Kami bersedia melakukan apapun,”ketiga pasangan itu menjawab dengan penuh semangat. “Baiklah,”kata pendeta itu.Lalu menjelaskan,”Inilah tesnya: kalian tidak boleh melakukan hubungan intim dengan pasangan kalian selama tiga minggu.”Ketiga pasangan itu setuju,lalu pergi setelah berjanji akan datang pada minggu ketiga.
Tiga minggu kemudian,ketiga pasangan itu menemui pendeta di ruang kerjanya di gereja.”Aku senang bertemu dengan kalian,”pendeta itu memulai.Sambil berpaling kepada pasangan pertama,dia bertanya,”Nah,bagaimana pengalaman kalian?” Kami telah menikah selama hampir tiga puluh tahun,”si suami menjawab.”Bagi kami itu bukan masalah.” Hebat!” seru pendeta itu.”Selamat bergabung dengan gerejaku.’
Kemudian dia mengalihkan perhatian kepada pasangan yang kedua dan bertanya bagaimana mereka menjalani tes itu. “Hmm,harus saya akui ,itu tidak mudah,”si istri menjelaskan. “kami baru lima tahun menikah,kami sering tergoda,tapi kami tidak menyerah.Dengan senang dan lega saya bisa mengatakan bahwa kami berhasil melewati ujian itu selama tiga minggu penuh.” Bagus!” pendeta itu menanggapi dengan tersenyum. “Selamat bergabung dengan gerejaku.”
Pendeta itu kemudian berpaling pada pasangan yang ketiga yang belum lama menikah. “Dan kalian?” tanyanya dengan lembut. “Bagaimana kalian menjalani tes itu?” “Wah,pak pendeta,saya tidak bisa berbohong kepada Anda,”si suami memulai. “Kami berhasil menahan diri sampai tadi pagi setelah makan pagi ketika istri saya membungkuk untuk mengambil sekotak sereal yang tak sengaja dia jatuhkan ke lantai.Kami sama-sama membungkuk untuk mengambilnya,dan tangan kami bersentuhan.Tiba-tiba kami diliputi gairah yang luar biasa hingga kami menyerah pada dorongan nafsu kami,disana,saat itu juga.”
“Aku menghargai kejujuran kalian,”kata pendeta pada pasangan itu.”Tetapi kalian gagal menjalani tes.Maaf,aku tak bisa menerima kalian menjadi umat gerejaku.”
“Tak apa-apa,pak pendeta,”si suami menjawab.”Kami juga tak diizinkan masuk ke supermarket itu lagi.”
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantanG mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,
“Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”"Tentu saja,” jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”
Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya.Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara – perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih sayang Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”
Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.
Menabur dan menuai
Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang. Semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya. Dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat diselamatkan. Pemuda yang pertama tadi memapah pemuda yang terperosok itu pulang ke rumahnya.
Ternyata si pemuda kedua ini anak orang kaya. Rumahnya sangat bagus, besar dan mewah luar biasa. Ayah pemuda ini sangat berterimakasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya dan hendak memberikan uang, tetapi pemuda pertama tadi menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesame manusia menolong orang lain yang sedang dalamkesusahan. Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan.
Si pemuda pertama adalah seorang miskin sedangkan pemuda kedua adalah anak seorang bangsawan kaya raya. Si pemuda miskin mempunyai cita-cita menjadi seorang dokter, namun ia tidak memiliki biaya untuk kuliah. Kemudian ada seorang yang murah hati yang mau memberikan beasiswa untuknya sampai akhirnya meraih gelar dokter. Orang ini tak lain adalah ayah pemuda yang ditolongnya tadi.
Tahukan anda nama pemuda miskin yang akhirnya menjadidokter ini? Namanya Alexander Flemming, yang kemudian menemukan obat penisilin. Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi semacam itu. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan dr.Flemming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan penemuan baru itu. Apa yang terjadi kemudian? Berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda itu akhirnya sembuh!
Tahukan anda siapa nama pemuda pemuda itu? Namanya adalah Winston Churcill, Perdana Menteri Inggris yang termasyhur itu. Dalam kisah ini kita dapat melihat hokum menabur dan menuai. Flemming menabur kebaikan dan ia menuai kebaikan pula. Cita-citanya terkabul untuk menjadi dokter. Flemming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churcill. Tidak sia-sia bukan beasiswa yang diberikan ayah Churcill?
Ternyata si pemuda kedua ini anak orang kaya. Rumahnya sangat bagus, besar dan mewah luar biasa. Ayah pemuda ini sangat berterimakasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya dan hendak memberikan uang, tetapi pemuda pertama tadi menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesame manusia menolong orang lain yang sedang dalamkesusahan. Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan.
Si pemuda pertama adalah seorang miskin sedangkan pemuda kedua adalah anak seorang bangsawan kaya raya. Si pemuda miskin mempunyai cita-cita menjadi seorang dokter, namun ia tidak memiliki biaya untuk kuliah. Kemudian ada seorang yang murah hati yang mau memberikan beasiswa untuknya sampai akhirnya meraih gelar dokter. Orang ini tak lain adalah ayah pemuda yang ditolongnya tadi.
Tahukan anda nama pemuda miskin yang akhirnya menjadidokter ini? Namanya Alexander Flemming, yang kemudian menemukan obat penisilin. Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi semacam itu. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan dr.Flemming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan penemuan baru itu. Apa yang terjadi kemudian? Berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda itu akhirnya sembuh!
Tahukan anda siapa nama pemuda pemuda itu? Namanya adalah Winston Churcill, Perdana Menteri Inggris yang termasyhur itu. Dalam kisah ini kita dapat melihat hokum menabur dan menuai. Flemming menabur kebaikan dan ia menuai kebaikan pula. Cita-citanya terkabul untuk menjadi dokter. Flemming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churcill. Tidak sia-sia bukan beasiswa yang diberikan ayah Churcill?
Barang bekas
Butir-butir debu menari-nari dalam berkas cahaya matahari yang mnjadi satu-satunya sumber cahaya dikantor rabbi itu,Dia duduk bersandar dikursi kantornya dan mendesah sambil mengelus-elus jenggotnya.Kemudian di ambilah kacamatanya yg berbingkai kawat dan dgn linglung mengusapkannyapd kemeja flanelnya.
“jadi,” katanya,”anda telah bercerai,sekarang anda ingin menikah lagi degan pemuda yang baik ini,terus apa masalahnya?
Sang rabbi menangkupkan tanganya dibawah dagunya yang kelabu dan tersenyum lembut kepadaku.
Aku ingin menjerit.Apa masalahnya?
satu,kami beda keyakinan.
Dua,Aku lebih tua dari dia.
Tiga,dan bukan yg tdk penting dipandang dari sudut manapun-aku janda cerai!-
tapi…. aku hanya memandang matanya yang cokelat lembut sambil mencoba menyusun kata-kata.
“Tidaklah menurut anda,” aku tergagap, “pernah bercerai sama artinya pernah dipakai?Seperti barang bekas?”
Rabbi itu bersandar kembali pd kursinya,meregangkan badan,lalu mendongakmemandang langit-langit,Dia mengelus-elus kembali jenggotnya yg menutupi dagunya itu.Kemudian dia kembali duduk biasa dan mencondongkan badanya kepadaku.
“Hmmm….. katakanlah anda harus menjalani operasi,katakanlah anda punya pilihan antara dua dokter.Siapa yang akan anda pilih?Dokter yg baru lulus dari fakultas kedokteran atau dokter yang sudah berpengalaman….?”
“yang sudah berpengalaman,” jawabku.
Wajahnya berkerut membentuk senyuman.”saya juga akan memilih dokter yang sudah berpengalaman,” jawab rabbi itu,kemudian dia menatapku lekat-lekat. “Jadi dalam perkawinan ini,andalah yg sudah berpengalaman,itu bukan sesuatu yg buruk”.
“Kadang-kadang perkawinan cenderung melenceng.Pasangan-pasangan terjebak dalam pusaran yang berbahaya,mereka menyeleweng dr tujuan dan membelok ke pantai-pantai yang penuh bahaya.Mereka sama-sama tidak menyadarinya sampai benar-benar sudah terlambat.
“Pada wajah anda anda saya melihat penderitaan akibat perkawinan yang gagal,anda akan tau kapan arah perkawinan anda mulai melenceng,anda akan bertariak bila melihat batu-batu besar yg menghalangi jalan anda,anda akan memberi peringatan dan menaruh perhatian,dan anda akan menjadi partner yang sudah berpengalaman,” desahnya. “percayalah itu bukan sesuatu yg buruk,sama sekali tidak buruk”. Begitulah rabbi memberi nasehat.
Dia berjalan kearah jendela dan mengintip lewat sela-sela gorden. “Dengar, disini tak ada yang tau tentang istri saya yang pertama.Saya tdk merahasiakannya,tetapi saya juga tidak mengobral cerita tentang dirinya.Dia meninggal tak lama setelah kami menikah,sebelum saya pindah kesini,sekarang hampir setiap malam saya sering membayangkan semua kesempatan yang saya biarkan berlalu dalam perkawinan pertama itu.saya yakin,sekarang saya bisa menjadi suami yang lebih baik bagi istri saya yang sekarang karena meninggalnya istri saya yang pertama.” rabbi pun menceritakan tentang pengalaman hidupnya kapadaku.
Untuk pertama kalinya,duka dalam matanya mengandung arti.Sekarang aku mengerti mengapa aku memilih datang dan berbicara dengan rabbi ini tentang perkawinan.Entah bagaimana,aku merasa dia akan dapat mengajariku,atau bahkan memberiku keberanian yang kubutuhkan untuk mencoba lagi,untuk menikah lagi dan mncintai lagi…
“Saya berharap anda&kekasih anda berjanji akan menjadi partner yang berseru-seru memperingatkan bila perkawinan anda dalam bahaya.” kata sang rabbi.
Aku berjanji akan melaksanakan pesan-pesannya,kemudian aku beranjak pergi meninggalkan kantor rabbi itu.
Enam belas tahun telah lewat sejak rabbi itu memberikan aku banyak sekali saran&kritik,akupun akhirnya menikah degan kekasihku.Pada suatu pagi berhujan di bulan Oktober.Dan ya,beberapa kali aku berseru-seru memperingatkan bila aku merasa kami ada dalam bahaya.Aku ingin mengatakan kepada rabby itu betapa analoginya telah berjasa kepadaku,tetapi aku tidak bisa!dia telah meninggal dunia dua tahun setelah kami menikah.Tetapi aku selalu mensyukuri hadiahnya yang tak ternilai,
“kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa SEMUA pengalaman hidup kami tidak membuat kami kurang berharga,tetapi justru lebih berharga tidak membuat kami kurang mampu untuk mencintai,tetapi justru lebih mampu untuk mencintai”
sumber : “Chicken Soup for the Couple’s Soul”
Ini Hari Selasa Biasa
Kedua pria itu singgah di toko bunga dan membeli satu pot bunga tulip untuk si ibu baru, dan suamiku yang tercinta ikut-ikutan membeli satu pot bunga tulip untukku. Dia juga memutuskan untuk membeli dua lusin mawar merah dan membebankan tagihannya pada nomor tabungan kami yang kupisahkan untuk keperluan dukacita, dan sebagainya. (Kukira dia menganggap pengeluaran itu termasuk kolom “dan sebagainya”.)
Dari rumah sakit mereka mampir ke Gatto’s Inn untuk minum bir. Mereka membawa bunga-bunga itu ke dalam karena takut layu kalau ditinggalkan di mobil. Satu kejadian menyusul kejadian lainnya. Tak lama kemudian para pengunjung tetap bar itu bertanya-tanya tentang tulip dan mawar-mawar merah itu. Tak menyangka akan dapat pertanyaan seperti itu, dengan malu-malu Harold menjawab, “Ini hadiah ulang tahun perkawinan untuk Dot, istriku.”
Tetapi hari itu bukan ulang tahun perkawinan kami, bukan pula hari ulang tahunku. Hari itu adalah hari selasa biasa. Seorang pengunjung mentraktir minum suamiku dan kawannya, minuman selamat atas ulang tahun perkawinannya, Pengunjung lainnya ikut-ikutan. Kira-kiran jam 21.30, mereka menanyainya mengapa dia berpesta sendirian. “Istriku sibuk sampai jam sepuluh, ” jawabnya. Dia akan menyusulku ke sini dan kami akan makan steak, bukan untuk kami saja, tetapi untuk semua pengunjung tetap bar itu. Dengan senang hati pemilik penginapan menata meja untuk delapan belas orang.
Kemudian timbul masalah – bagaimana caranya mendatangkan aku ke sana. Itu bukan tempat makan favoritku, malam sudah larut, dia lupa pulang untuk makan malam, aku mungkin cemas dan marah.
Suamiku yang tercinta itu memanggil taksi dan menyuruh sopirnya – yang untungnya adalah kawannya – pergi ke Dublin, mengatakan kepada Dot bahwa dia ada kesulitan di Gatto’s Inn, dan menyuruh Dot datang secepat mungkin. Aku sudah mengenakan baju tidur dan kimono, rambutku sudah kugulung dengan pengikal rambut dari logam yang jelek ketika taksi itu datang. Aku cepat-cepat mengenakan mantel panjang, memasukkan kakiku yang bersandal ke dalam sepatu bot, lalu lari keluar.
Bar sudah kosong ketika kami sampai di Gatto’s Inn. “Astaga,” seruku. “Ini pasti gawat sekali.” Seorang pelayan mengantarkan aku ke ruang makan yang gelap. “Kejutan Kejutan!” Harold berdiri dan menarikkan kursi untukku. Dia mengecup pipiku dan berbisik, ” Akan kujelaskan nanti.” Dia harus menjelaskan.
Hmmm, mawar adalah mawar, steak adalah steak, dan dalam hidup perkawinan kita harus siap menghadapi kejadian buruk maupun kejadian yang membahagiakan. Aku menghirup wangi mawar-mawar itu, tersenyum kepada tamu-tamu kami yang tak kukenal, dan menendang kaki suami keras-keras di bawah meja. Aku belum pernah makan malam bersama orang-orang ini dan mungkin takkan pernah lagi, tetapi aku tahu ucapan selamat mereka tulus. Aku bahkan berdansa mengikuti irama “Anniversary Waltz” dalam baju tidur dan sepatu bot untuk merayakan bahwa hari itu adalah hari selasa biasa.
Dorothy Walker
Cinta yang indah berakhir kesedihan.
Suatu hari aku sedang berjalan di sebual mall.
Ada seorang pria tampan mendekati saya dan bertanya ” Boleh meminta nomor telepon kamu”.
Jadi aku berjawab “ ya” dan memberikannya kepada dia.
Dia menelepon saya malam itu dan kami berbicara selama berjam-jam.
Dia menceritakan betapa cantiknya aku dan dia ingin sekali mengenal saya.
Dia mengajak saya jalan-jalan dua hari kemudian dan kami menikmati makan malam yang indah.
Aku tidak pernah merasakan perasaan ini kepada teman pria yang lain sebelumnya .
Saya merasakan perasaan itu. perasaan Anda dapatkan ketika Anda memiliki seseorang yang kau cintai .
Kami saling mencintai.
Sekitar satu setengah tahun kemudian aku hamil dan Akhirnya kami menikah.
kami melangsungkan pernikahan yang sangat meriah dan pergi bulan madu di Paris.
Tempat yang saya impikan selama hidupku dan kami sangat menikmati bulan madu kami.
setelah belasan bulan kemudian.
Suatu malam, pada ulang tahun pertama putri kami, Ia pergi keluar di malam badai dingin untuk membeli kue ulang tahun putri kami.
Dia sudah pergi selama dua jam dan saya mulai khawatir.
Aku menelepon hp suami saya setidaknya seratus kali berturut-turut. Dan tidak diangkatnya sekalipun.
Ia tidak pulang malam itu.
Hari ulang tahun putri kami yang pertama semua kacau dan aku tidak bisa tidur dimalam itu.
Aku mulai menganggap dia main serong.
Dan aku menangis sepanjang malam panjang.
Beberapa Polisi mendatangi kerumahku sekitar pukul 6:36 pagi dan mengatakan kepada saya suami saya mendapatkan kecelakaan mobil dan meninggal dunia.
Saat itu kepala saya rasanya akan pecah dan merasakan otak saya tidak dapat berpikir sama sekali.
Aku berada di kondisi yang sangat parah dan memeluk erat puteri saya sambil memberitahu ayahnya telah meninggal dunia.
Dan bertanya bagaimana aku akan menghadapi semua ini?
Aku merasa seolah-olah hidup saya sudah berakhir.
Saya berpikir tentang bunuh diri tapi aku tidak ingin putri saya tumbuh tanpa ibu atau ayah.
Setelah tiga tahun kemudian dan saya tidak mengharapkan ada orang lain yang datang ke dalam hidup saya.
Karena saya tidak ingin orang lain. karena saya masih mencintai Mike.
Semua yang saya inginkan adalah agar dia berjalan melalui pintu rumah ini dengan kue ulang tahun putri saya dan mengatakan dia mencintai saya sekali lagi.
Dan kita akan merayakan ulang tahun sabrina sepanjang malam.
Dan lalu sama-sama membuka hadiah Sabrina dan bermain-main dengan Sabrina seperti yang telah direncanakan.
Tapi aku tahu ini tidak mungkin menjadi kenyataan.
Tapi aku mencintaimu Mike dan aku akan selalu merindukan Mike.
Saya dan Sabrina selalu merindukanmu.
Pesan : Untuk para Istri, yang telah dianugerahi seorang Suamiyang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya
Tempayan Retak
Seorang tukang air India memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung suatu pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang utuh itu selalu dapat membawa air penuh, setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh. Selama dua tahun hal itu terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang utuh merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun, si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberi setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannnya. Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata pada si tukang air, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu.” “Kenapa?” tanya si tukang air, “Kenapa kamu merasa malu?” “Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya yang membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi,” kata tempayan itu. Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata, “Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.” Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separo air yang dibawanya telah bocor, dan kembali dia minta maaf pada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tetapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang utuh. Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.” Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tidak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita. Seseorang disebut sebagai orang yang sukses jika ia bisa tetap hidup dan menikmati kesuksesannya dengan rasa bersyukur.
Setangkai Mawar Untuk Ibu
Seorang Pria memasuki sebuah toko bunga. Dia memesan seikat mawar yang indah untuk dikirimkan kepada ibundanya yang tinggal sejauh 300 km di kota lain sebagai ucapan ulang tahun untuknya. Setelah selesai dan mencatatkan alamat ibunya, dia pun keluar. Ketika akan memasuki mobilnya, dia melihat seorang gadis kecil di ujung jalan sedang menangis tersedu-sedu. Dia pun menemui gadis kecil itu dan bertanya, “Ada apa?”
Gadis kecil itu menjawab dalam sedunya, “Aku ingin membelikan ibuku bunga, setangkai mawar. Tapi aku tak punya uang untuk membelinya. Uangku hanya seribu rupiah saja. Padahal harga mawar tiga ribu banyaknya.”
Pria itu tersenyum dan berkata, “Ayo Nak, kubelikan kamu bunga yang kamu mau.” Lantas dia dan gadis kecil itu pun ke toko bunga. Dibelikannya gadis kecil itu setangkai mawar yang indah. Dia pun membatalkan pesanan yang pertama dan menggantinya dari seikat bunga menjadi karangan bunga untuk dikirimkan ke ibundanya.
Setelah keluar dari toko, sang Pria berpikir dia pun seharusnya mengantarkan si gadis kecil itu, maka dia pun berkata, “Nak, biar ku antar kamu pulang ke rumah.” Si gadis kecil itu pun melonjak kegirangan. “Ya. Aku mau. Maukah Anda mengantarkan saya menemui ibu saya?”
“Tentu saja. Ke manapun akan ku antar” kata pria itu.
Mereka berdua memasuki mobil. Lalu meluncur ke sebuah tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu. Ternyata, sebuah pemakaman umum. Gadis kecil itu turun dan berlari menuju sebuah makam yang tanahnya masih basah. “Inilah tempat ibu saya,” katanya. Diletakkannya setangkai mawar yang digenggam erat dan diciuminya sepanjang jalan, di pusara. “Tinggalkan aku di sini saja. Nanti aku pulang sendiri. Aku ingin dekat dengan Mama.”
Pria itu teringat sesuatu dan meneteskan air mata. Bergegas dia menuju ke toko bunga. Dia batalkan kirimannya dan mengambil karangan bunga itu sendiri. Dia kendarai sendiri mobilnya sejauh 300 km ke rumah ibunya.
Gadis kecil itu menjawab dalam sedunya, “Aku ingin membelikan ibuku bunga, setangkai mawar. Tapi aku tak punya uang untuk membelinya. Uangku hanya seribu rupiah saja. Padahal harga mawar tiga ribu banyaknya.”
Pria itu tersenyum dan berkata, “Ayo Nak, kubelikan kamu bunga yang kamu mau.” Lantas dia dan gadis kecil itu pun ke toko bunga. Dibelikannya gadis kecil itu setangkai mawar yang indah. Dia pun membatalkan pesanan yang pertama dan menggantinya dari seikat bunga menjadi karangan bunga untuk dikirimkan ke ibundanya.
Setelah keluar dari toko, sang Pria berpikir dia pun seharusnya mengantarkan si gadis kecil itu, maka dia pun berkata, “Nak, biar ku antar kamu pulang ke rumah.” Si gadis kecil itu pun melonjak kegirangan. “Ya. Aku mau. Maukah Anda mengantarkan saya menemui ibu saya?”
“Tentu saja. Ke manapun akan ku antar” kata pria itu.
Mereka berdua memasuki mobil. Lalu meluncur ke sebuah tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu. Ternyata, sebuah pemakaman umum. Gadis kecil itu turun dan berlari menuju sebuah makam yang tanahnya masih basah. “Inilah tempat ibu saya,” katanya. Diletakkannya setangkai mawar yang digenggam erat dan diciuminya sepanjang jalan, di pusara. “Tinggalkan aku di sini saja. Nanti aku pulang sendiri. Aku ingin dekat dengan Mama.”
Pria itu teringat sesuatu dan meneteskan air mata. Bergegas dia menuju ke toko bunga. Dia batalkan kirimannya dan mengambil karangan bunga itu sendiri. Dia kendarai sendiri mobilnya sejauh 300 km ke rumah ibunya.
Mawar
Suatu ketika, ada seseorang pemuda yang mempunyai sebuah bibit mawar. Ia ingin sekali menanam mawar itu di kebun belakang rumahnya. Pupuk dan sekop kecil telah disiapkan. Bergegas, disiapkannya pula pot kecil tempat mawar itu akan tumbuh berkembang. Dipilihnya pot yang terbaik, dan diletakkan pot itu di sudut yang cukup mendapat sinar matahari. Ia berharap, bibit ini dapat tumbuh dengan sempurna.
Disiraminya bibit mawar itu setiap hari. Dengan tekun, dirawatnya pohon itu. Tak lupa, jika ada rumput yang menganggu, segera disianginya agar terhindar dari kekurangan makanan. Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh kuncup bunga itu. Kelopaknya tampak mulai merekah, walau warnanya belum terlihat sempurna. Pemuda ini pun senang, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil.Diselidikinya bunga itu dengan hati-hati. Ia tampak heran, sebab tumbuh pula duri-duri kecil yang menutupi tangkai-tangkainya. Ia menyesalkan mengapa duri-duri tajam itu muncul bersamaan dengan merekahnya bunga yang indah ini. Tentu, duri-duri itu akan menganggu keindahan mawar-mawar miliknya.Sang pemuda tampak bergumam dalam hati, “Mengapa dari bunga seindah ini, tumbuh banyak sekali duri yang tajam? Tentu hal ini akan menyulitkanku untuk merawatnya nanti. Setiap kali kurapihkan, selalu saja tanganku terluka. Selalu saja ada ada bagian dari kulitku yang tergores. Ah pekerjaan ini hanya membuatku sakit. Aku tak akan membiarkan tanganku berdarah karena duri-duri penganggu ini.”
Lama kelamaan, pemuda ini tampak enggan untuk memperhatikan mawar miliknya. Ia mulai tak peduli. Mawar itu tak pernah disirami lagi setiap pagi dan petang. Dibiarkannya rumput-rumput yang menganggu pertumbuhan mawar itu. Kelopaknya yang dahulu mulai merekah, kini tampak merona sayu. Daun-daun yang tumbuh di setiap tangkai pun mulai jatuh satu-persatu. Akhirnya, sebelum berkembang dengan sempurna, bunga itu pun meranggas dan layu.
— Semerbak harumnya akan menghiasi hari-hari kita. Aroma keindahan yang ditawarkannya, adalah layaknya ketenangan air telaga yang menenangkan keruwetan hati. Mari, kita temukan “mawar-mawar” ketenangan, kebahagiaan, kedamaian itu dalam jiwa-jiwa kita. Mungkin, ya, mungkin, kita akan juga berjumpa dengan onak dan duri, tapi janganlah itu membuat kita berputus asa. Mungkin, tangan-tangan kita akan tergores dan terluka, tapi janganlah itu membuat kita bersedih nestapa.
Teman, biarkan mawar-mawar indah itu merekah dalam hatimu. Biarkan kelopaknya memancarkan cahaya kemuliaan-Nya. Biarkan tangkai-tangkainya memegang teguh harapan dan impianmu. Biarkan putik-putik yang dikandungnya menjadi bibit dan benih kebahagiaan baru bagimu. Sebarkan tunas-tunas itu kepada setiap orang yang kita temui, dan biarkan mereka juga menemukan keindahan mawar-mawar lain dalam jiwa mereka. Sampaikan salam-salam itu, agar kita dapat menuai bibit-bibit mawar cinta itu kepada setiap orang, dan menumbuh-kembangkannya di dalam taman-taman hati kita.
Lima puluh cara Untuk mencintai Pasangan anda.
Lima Puluh Cara untuk Mencintai Pasangan Anda
01. Pertama – tama cintailah diri anda sendiri.
02. Awalilah setiap hari dengan pelukan.
03. Sajikan sarapan di tempat tidur.
04. Katakan “Aku cinta padamu” setiap kali akan berpisah.
05. Jangan ragu dan sering-seringlah memuji.
06. Terimalah dan syukurilah perbedaan-perbedaan kalian.
07. Hayati hidup setiap hari seolah-olah itu hari terakhir Anda.
08. Tulislah surat cinta yang tak terduga.
09. Tanamlah sebutir benih bersama-sama dan rawatlah hingga tumbuh menjadi besar.
10. Berkencanlah sekali seminggu.
11. Kirimkan bunga tanpa alasan.
12. Terimalah dan cintailah keluarga dan kawan-kawan pasangan Anda.
13. Buatlah tanda-tanda kecil yang bertulisan “Aku cinta padamu” dan rekatkan di sembarang tempat di rumah.
14. Berhentilah dan hiruplah wangi bunga mawar.
15. Kejutkan dia dengan kecupan.
16. Nikmatilah saat matahari tenggelam bersama pasangan Anda.
17. Mintalah maaf dengan sungguh-sungguh.
18. Bersedialah untuk memaafkan.
19. Ingatlah hari ketika Anda jatuh cinta dan ciptakan lagi saat yang indah itu.
20. Saling berpegangan tangan.
21. Katakan “Aku cinta padamu” dengan mata Anda.
22. Biarkan dia menangis dalam pelukan Anda.
23. Katakan padanya bahwa Anda mengerti.
24. Bersulanglah demi cinta dan komitmen.
25. Lakukan sesuatu yang menggairahkan.
26. Biarkan dia membimbing Anda ketika Anda tersesat.
27. Tertawalah karena leluconnya.
28. Hargailah kecantikan kepribadiannya.
29. Lakukan tugas sehari-hari pasangan Anda.
30. Bangkitkan impian yang menakjubkan.
31. Berjanjilah untuk bersikap mesra di depan umum.
32. Lakukan pijatan-pijatan cinta tanpa ikatan apapun.
33. Mulailah menulis buku harian tentang cinta dan tulislah saat-saat istimewa Anda.
34. Redakan ketakutan pasangan Anda.
35. Berjalan-jalanlah bersama pasangan Anda di pantai dengan bertelanjang kaki.
36. Mintalah dia menikah lagi dengan Anda.
37. Katakan ya.
38. Hormatilah pasangan Anda.
39. Jadilah penggemar fanatik pasangan Anda.
40. Berikan cinta yang ingin diterima pasangan Anda.
41. Berikan cinta yang ingin Anda terima.
42. Tunjukkan minat pada pekerjaan pasangan Anda.
43. Kerjakan sesuatu bersama-sama.
44. Buatlah benteng dengan selimut.
45. Berayunlah setinggi mungkin di ayunan dalam siraman cahaya bulan.
46. Berpikniklah di dalam rumah ketika hari hujan.
47. Jangan pernah pergi tidur dengan hati kesal.
48. Dalam doa, pertama-tama doakanlah pasangan Anda.
49. Berikan kecupan selamat malam.
50. Tidurlah seperti dua buah sendok.
Mark and Chrissy Donnelly
Nasehat Bunda Teresa
Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan orang di sekelilingmu iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.
Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud dibalik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi tetaplah berbuat baik.
Kebaikan yang kau lakukan hari ini mungkin besok akan dilupakan orang. Tetapi teruslah berbuat baik.
Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagian di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi tetaplah berbahagia.
Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi tetaplah berikan yang terbaik.
Apa yang telah engkau bangun selama bertahun-tahun dapat dihancurkan oleh orang lain dalam satu malam saja. Tetapi janganlah berhenti dan tetaplah membangun!!! Gbu.
Kasih yang tulus tidak pernah menilai hasilnya, melainkan hanya memberi.
Satu hal yang saya minta dari Anda: jangan pernah takut untuk memberi, tetapi jangan memberi dari kelebihan Anda. Berikan dimana hal itu sukar bagi Anda.
Hidup adalah kesempatan, manfaatkanlah.
Hidup adalah keindahan, kagumilah.
Hidup adalah kebahagiaan, nikmatilah.
Hidup adalah mimpi, sadarlah.
Hidup adalah tantangan, hadapilah.
Hidup adalah kewajiban, selesaikanlah.
Hidup adalah permainan, mainkanlah.
Hidup adalah sebuah janji, penuhilah.
Hidup adalah penderitaan, atasilah.
Hidup adalah kidung, nyanyikanlah.
Hidup adalah perjuangan, terimalah.
Hidup adalah tragedi, berjuanglah.
Hidup adalah petualangan, beranilah.
Hidup adalah keberuntungan, lakukanlah.
Hidup terlalu berharga, jangan dihancurkan.
Hidup adalah hidup, berjuanglah untuknya!
Orang sering keterlaluan, tidak logis dan hanya mementingkan diri. Bagaimanapun, maafkanlan mereka.
Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih. Bagaimanapun, berbaik hatilah.
Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati. Bagaimanapun, jadilah sukses.
Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu. Bagaimanapun jujur dan terbukalah.
Engkau lihat, akhirnya ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu. Bagaimanapun ini bukan urusan antara engkau dan mereka.
Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud dibalik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi tetaplah berbuat baik.
Kebaikan yang kau lakukan hari ini mungkin besok akan dilupakan orang. Tetapi teruslah berbuat baik.
Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagian di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi tetaplah berbahagia.
Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi tetaplah berikan yang terbaik.
Apa yang telah engkau bangun selama bertahun-tahun dapat dihancurkan oleh orang lain dalam satu malam saja. Tetapi janganlah berhenti dan tetaplah membangun!!! Gbu.
Kasih yang tulus tidak pernah menilai hasilnya, melainkan hanya memberi.
Satu hal yang saya minta dari Anda: jangan pernah takut untuk memberi, tetapi jangan memberi dari kelebihan Anda. Berikan dimana hal itu sukar bagi Anda.
Hidup adalah kesempatan, manfaatkanlah.
Hidup adalah keindahan, kagumilah.
Hidup adalah kebahagiaan, nikmatilah.
Hidup adalah mimpi, sadarlah.
Hidup adalah tantangan, hadapilah.
Hidup adalah kewajiban, selesaikanlah.
Hidup adalah permainan, mainkanlah.
Hidup adalah sebuah janji, penuhilah.
Hidup adalah penderitaan, atasilah.
Hidup adalah kidung, nyanyikanlah.
Hidup adalah perjuangan, terimalah.
Hidup adalah tragedi, berjuanglah.
Hidup adalah petualangan, beranilah.
Hidup adalah keberuntungan, lakukanlah.
Hidup terlalu berharga, jangan dihancurkan.
Hidup adalah hidup, berjuanglah untuknya!
Orang sering keterlaluan, tidak logis dan hanya mementingkan diri. Bagaimanapun, maafkanlan mereka.
Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih. Bagaimanapun, berbaik hatilah.
Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati. Bagaimanapun, jadilah sukses.
Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu. Bagaimanapun jujur dan terbukalah.
Engkau lihat, akhirnya ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu. Bagaimanapun ini bukan urusan antara engkau dan mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)











